Wednesday, May 8, 2013

MISTERI HILANGNYA KEN DEDES





Putri Ken Dedes terkenal kecantikannya sampai membuat Raja Singasari, Ken Arok tergila-gila. Sebuah sumur di Malang, rajin didatangi wisatawan karena diyakini sebagai jejak terakhir putri cantik ini sebelum menghilang secara misterius.

Sumur Windhu, menjadi jejak terakhir Putri Ken Dedes. Konon, putri pendeta Budha Mpu Purwa itu moksa (menghilang) di sumur sedalam 18 meter yang terletak di Kelurahan Polowijen, Kota Malang, tersebut.

"Ya sumur itu tempat Putri Kendedes moksa," ucap Wira'i (69), juru kunci Sumur Windhu saat berbincang dengan detikTravel di rumahnya, Selasa (8/5/2013).

Sumur Windhu berada di sisi selatan komplek Tempat Pemakaman Umum (TPU) Polowijen. Ada sebuah pendopo kecil dan di bawahnya sumur kuno itu ada. Dalam Kitab Pararaton, disebutkan Mpu Purwa punya pertapaan di Setra Panawijen kini Polowijen.

"Sekarang sudah tertutup, karena longsor," kata Wira'i yang sudah 15 tahun merawat Sumur Windhu.

Ken Arok nekat memperistri Ken Dedes yang masih berstatus sebagai istri Tunggul Ametung, Raja Tumapel. Setelah Ken Arok gagal menikahi Ken Dedes, putri cantik ini diyakini menghilang dengan cara masuk ke dalam sumur tersebut.

"Karenanya sampai kini tidak diketahui pasti dimana Ken Dedes dikebumikan," terang pria enam cucu ini.

Pendopo kecil yang berdiri di kompleks Sumur Windhu dibangun oleh warga Yogyakarta, yang mengaku mendapat wangsit untuk merawatnya tahun 2002 lalu. Sampai kini, banyak wisatawan dari luar Malang datang ke tempat tersebut dengan berbagai maksud dan keinginan.

"Banyak yang datang, dari luar kota. Seperti Bali, Jawa Tengah, Jakarta," kata Wira'i.

Bahkan pada hari-hari tertentu, banyak pejabat daerah yang datang ke Sumur Windhu. Mereka datang sembunyi-sembunyi atau dalam rombongan. Wira'i tidak mempermasalahkan apapun alasan kedatangan mereka entah mencari peruntungan atau sekadar ziarah.

"Ini kan leluhur, tidak salah kan datang kesini. Apapun niatnya, soal terkabul atau tidak itu kehendak Sang Pencipta. Keraton Yogyakarta pernah datang memastikan keberadaan sumur itu. Di sini kan ibarat lurahnya, makanya semua datang kesini," sebut Wira'i.

Yang jelas, Wira'i sebagai kuncen pernah mengaku melihat penampakan gaib Ken Dedes. Menurut pengakuannya, Ken Dedes terlihat mengenakan pakaian layaknya permaisuri yang memiliki rambut panjang dan memakai mahkota.

"Orangnya cantik dan bersinar. Ya nggak salah, orangnya memang secantik itu," puji Wira'i.


SUMBER: DETIK NEWS

Dinosaurus musnah oleh komet

 
 
 
Objek berbatu yang memusnahkan dinosaurus 65 juta tahun lalu ternyata komet, bukan asteroid, kata para ilmuwan seperti dikutip Science Daily, Senin.

Kawah Chicxulub seluas 180 km di Mexico tercipta oleh tumbukan benda ruang angkasa yang menyebabkan punahnya dinosaurus dan sekitar 70 persen spesies Bumi.

Itu keyakinan para ilmuwan selama ini.

Namun satu penelitian terbaru menyebutkan bahwa kawah ini kemungkinan besar tercipta oleh sebuah objek langit yang lebih kecil dan lebih cepat dibandingkan yang dikira selama ini, demikian kesimpulan penelitian yang dipresentasikan pada Konferensi Bulan dan Planet ke-44 di Woodlands, Texas.

Bukti-buktinya didapat dari lapisan sedimen di seluruh dunia yang tingkat kandungan unsur iridiumnya tinggi pada masa Cretaceous-Paleogene (K-Pg) dan tak mungkin tercipta di Bumi.

Penelitian terbaru ini menyebut kandungan iridium yang sebelum ini banyak disebut, ternyata salah.

Para ilmuwan membandingkan tingkat kandungan iridium itu dengan tingkat osmium, unsur lain yang mengikuti tumbukan itu.

Dari perhitungan mereka didapat keterangan bahwa batuan langit yang mencipta sedikit serpihan menunjukkan bahwa batu ruang angkasa itu adalah objek yang lebih kecil dan bergerak sangat cepat.

"Bagaimana kita bisa memperoleh sesuatu yang memiliki cukup energi untuk menciptakan kawah seluas itu sedangkan material berbatunya sedikit? Itulah yang mengantarkan (kesimpulan) kami ke komet," kata Jason Moore, paleoekologis dari Dartmouth College di New Hampshire, kepada BBC News.

Komet adalah bola es, berdebu dan partikel berbatu yang dibedakan dari asteroid berdasarkan orbitnya yang sangat eksentrik dan oleh atmosfernya yang tibis dan kabur bernama comas atau ekor.

Tumbukan Chicxulub lebih selaras dengan komet priode panjang yang memerlukan waktu orbit ke matahari sampai ratusan, ribuan, bahkan kadang jutaan tahun.

Mungkin saja asteroid yang bergerak cepat ini menyebabkan tumbukan yang mencipta kawah Chicxulub, namun objek-objek bergerak tercepat yang telah diamati kebanyakan memang komet

Jika tumbukan itu faktanya sebuah komet, maka akan mengubah banyak hal. Komet bisa mengeluarkan material lebih banyak dibandingkan asteroid.

Namun penemuan ini masih diperdebatkan. "Ada kemungkinan banyak materi hasil tumbukan yang terlontar ke langit sehingga kita tak bisa ditemukan di Bumi," kata fisikawan Brandon Johnson dari Universitas Purdue yang tak terlibat dalam penelitian ini kepada LiveScience

Ini artinya sisa-sisa tumbukan bisa hanya merupakan fraksi massa batu ruang angkasa yang tetap bisa menjadi asteroid.

Geolog Gareth Collins dari Imperial College London, sepakat dengan pendapat ini.

"Geokimia mengajarkan pada Anda --dengan sangat akurat-- bahwa hanya massa materi meteoritlah yang terdistribusi secara global, bukan total massa penumbuk," kata Collins kepada BBC News. "Untuk menaksir yang terakhir itu, orang perlu tahu fraksi penumbuk apa yang terdistribusi secara global."

Para peneliti menyebutkan 75 persen massa batu ruang angka tersebar ke Bumi.
 
 
sumber: antara news

Dinosaurus terbang teryata bisa tangkap ikan

Microraptor, dinosaurus terbang dengan tubuh sebesar burung elang pada jaman ini, dapat menangkap mangsa di air serta di darat, kata satu penelitian di Kanada.

Penelitian tersebut, yang hasilnya disiarkan awal pekan ini di jurnal Evolution, menantang keyakinan sebelumnya bahwa microraptor hidup di pohon dan cuma memangsa burung kecil dan mamalia seukuran tupai.







Bukti baru mengenai kemampuan berburu microraptor berasal dari fosil di China. Perut fosil itu berisi ikan --yang mudah diidentifikasi, kata Scott Persons, mahasiswa S1 paleontologi di University of Alberta.

"Sekarang kami tahu bahwa microraptor beroperasi di berbagai medan dan memiliki makanan yang bermacam pula," kata Persons, Rabu. "Dia memanfaatkan bermacam mangsa di lingkungan hutan dan basah" di wilayah China saat ini, selama masa awal Cretaceous, atau 120 juta tahun lalu.

Analisis lebih lanjut terhadap fosil itu mengungkapkan, giginya disesuaikan dengan tangkapan yang licin dan bergoyang-goyang seperti ikan. Para peneliti dinosaurus telah menetapkan kebanyakan makhluk pemangsa daging memiliki gigi yang bergerigi di kedua bagian, yang membantu sang predator "menggergaji" daging seperti pisau steak.

Namun gigi microraptor bergerigi di satu sisi, dan bersudut ke depan. Itu adalah bukti lain yang memperlihatkan penyesuaian diri microraptor untuk menusuk ikan di giginya.

"Dengan gerigi yang berkurang, mangsa takkan tercabik sewaktu berjuang melepaskan diri," kata Persons. "Microraptor cuma perlu mengangkat kepalanya ke belakang; ikan akan terlepas dari giginya dan ditelan bulat-bulat, tak perlu susah-payah, tak perlu repot."


sumber: antara news

Lukisan Prabu siliwangi Bisa melirik

Keraton Kasepuhan di Cirebon adalah destinasi yang cocok dikunjungi akhir pekan panjang kali ini. Museum Keraton Kasepuhan tidak hanya punya ukiran Kamasutra, tapi juga lukisan Prabu Siliwangi yang konon matanya bisa melirik. Penasaran?

Salah satu koleksi museum di Keraton Kasepuhan adalah lukisan Prabu Siliwangi, leluhur para raja di Cirebon. Dengan embel-embel sebagai 'lukisan hidup' yang diberikan oleh para pemandu wisata, ada sedikit aura mistik dari lukisan karya seniman Jawa Barat itu.

 Menurut para pemandu, ada 3 misteri dari lukisan karya seniman bernama Riho ini. Pertama, mata Prabu Siliwangi bisa mengikuti pergerakan pengunjung saat bergeser dari sisi kiri ke kanan lukisan atau sebaliknya.







Keanehan kedua adalah posisi kaki dan sandalnya, yang juga bisa berubah posisi mengikuti pergerakan pengunjung yang melihatnya. Terakhir, adalah ekspresi Prabu Siliwangi yang terkesan garang jika dilihat dari depan tetapi tampak ramah dilihat dari samping.

Para pemandu juga membumbui keanehan tersebut dengan kisah-kisah spiritual yang melatarbelakangi pembuatan lukisan yang dibuat tahun 2004 tersebut. Dikisahkan, lukisan ini dibuat hanya berdasarkan mimpi sang seniman karena tidak ada literatur yang menggambarkan secara detil penampakan wajah Prabu Siliwangi yang sebenarnya.

Dipadu dengan kisah-kisah tentang Prabu Siliwangi yang selalu beraroma mistik, lukisan ini pun menjadi semakin misterius. Banyak cerita yang juga dikuatkan lagi oleh para pemandu, yang mengisahkan Prabu Siliwangi tidak pernah meninggal melainkan hilang secara gaib alias moksa.

Banyak pengunjung yang penasaran dengan keanehan 'lukisan hidup' ini, lalu bolak-balik pindah posisi di depan lukisan. Bahkan tidak sedikit yang rela jongkok dan miring-miring untuk membuktikan bahwa mata dan kakinya benar-benar bergerak mengikuti pergerakan pengunjung. Sebenarnya apa yang membuat lukisan ini 'hidup'?

Sebelum mengunjungi Keraton Kasepuhan, detikTravel sempat berbincang dengan Retno Widi Astoeti, seniman cirebon yang mengelola sebuah galeri seni Brana di Jl Kartini, Cirebon. Dari seniman yang akrab disapa Nino ini, terungkap rahasia di balik pergerakan mata dan kaki sang prabu dalam lukisan tersebut.

"Itu teknis saja. Lukisan itu kalau digambarkan dengan mata memandang lurus ke depan, maka dilihat dari posisi manapun akan terkesan seperti mengikuti orang yang melihatnya," kata Nino yang memiliki koleksi replika lukisan beraroma mistis tersebut.

Sedikitnya ada 2 replika lukisan Prabu Siliwangi di galeri Nino, masing-masing dengan sedikit modifikasi untuk memperkuat karakter dan memberi kesan lain. Namun keduanya memiliki kesamaan seperti lukisan aslinya, yakni menggambarkan Prabu Siliwangi dengan mata memandang ke depan dan bisa 'bergerak' mengikuti posisi pengunjung yang melihatnya dari berbagai posisi.

Nino menambahkan, banyak kearifan lokal masyarakat Cirebon yang aslinya memiliki nilai-nilai luhur secara filosofis tetapi menjadi berbau mistik karena dibumbui cerita-cerita tertentu. Bumbu-bumbu cerita seperti itu membuat Cirebon lekat dengan hal-hal mistik, jauh dari nilai-nilai sesungguhnya.

"Saat saya memasang lukisan ini (replika lukisan Prabu Siliwangi), banyak yang mengatakan nanti akan begini-begitu. Peruntungannya jelek dan sebagainya," tambah Nino.

sumber: detik trafel

Tuesday, May 7, 2013

Foto penampakan hantu nyentrik di siang bolong

Penasaran dengan judul tersebut? boleh saja. tetapi memang benar adanya. foto ini saya ambil pada tanggal 30 april 2013 secara tidak sengaja, pada siang hari sekitar jam 2 siang. ada di belakang rumah orangtua kami.

berikut fotonya .  Asli bos